Rabu, 20 Desember 2017

Doa Restu Mu, Ayah.

As I write this is just to heal my soul, heal myself.

Kalau boleh jujur, masih nggak menyangka Beliau sudah kembali bertemu Allah SWT.
Astagfirullah ...

Beliau-lah cinta pertamaku.
Beliau-lah yang mengajarkan ku tentang kehidupan.
Beliau-lah penumbuh semangat ku.
Beliau-lah yang merubah sedih menjadi bahagia-ku.

Masih ingat, sehari sebelum pernikahan.
Beliau mengetuk pintu kamar.
"Kak, Ya Allah .. Ayah masih nggak nyangka kamu besok udan menikah. Kehendak Allah itu luar biasa sayang, Allah yang menggerakkan ini semua. Kamu menjalankan pernikahan kamu besok. Di umur semuda ini dan dengan pria pilihan kamu sendiri. Ayah masih nggak nyangka. Tapi Ayah yakin semua yang terjadi itu yang terbaik, Ayah yakin semua pasti ada hikmahnya sayang."


Dan masih jelas teringat, pagi itu hari Sabtu tanggal 14 Oktober 2017 di RS Tugu.
Pagi hari yang cerah menjelang operasi Beliau.
"Kak, aku ki bahagia banget lho iso ngerasakke duwe cucu. Bahagiane duwe cucu iku ngeluwihi bahagiane duwe anak. Nek semisal Ayah pengen duwe cucu meneh mesakke kamu ya kak capek nguruse, Ayah sing tambah bahagiane." (Sambil mengelus-elus perutku)

** Kak, aku ini bahagia banget lho bisa ngerasain punya cucu. Bahagianya punya cucu itu melebihi bahagia punya anak. Kalau semisal Ayah pengen punya cucu lagi kasihan kamunya nanti kecapekan ngurusnya, dan Ayah yang tambah bahagianya


Dear Ayah. dari situ aja kamu sudah bisa mengambil hikmah dari kehendak Allah,
Tapi, sayangnya nggak bisa ku ucap langsung di hadapan ayah tentang hikmah ini.

Ayah, kakak sudah merasakan seminggu sebelum kepergianmu.
Ayah, terima kasih yang sedalam-dalamnya atas segala yang ayah ajarkan ke kakak.
Mohon maaf lahir batin kakak setulus hatinya Ayah.
Mohon doa restumu Ayah bagiku menjalankan kehidupan ini.
Ayah, pasti akan banyak hikmah di balik semuanya.
Tapi sekarang aku percaya Ayah sudah tidak merasa lelah lagi.
Tidak merasakan fana-nya dunia ini.
Ayah ada di tempat yang jauh lebih baik dari pada tempat Ayah di dunia ini.
Karena Ar-Rahman Ar-Rahiim...
Sebegitu sayangNya Allah ke Ayah.
Supaya Ayah bisa lebih menjalani dengan ketenangan.
Lebih tenang dari yang Ayah lakukan di dunia ini.

Yah, aku janji aku akan selalu merasa bahagia.
Seperti yang Ayah bilang, kalau aku bahagia Ayah pasti juga merasa bahagia.
Ayah, engkau yang mengerti tanpa perlu ku berkata.
Ayah, engkau yang memahami tanpa perlu ku memberi pemahaman.

Kalau dulu doaku, semoga Allah angkat semua rasa lelah dan beban di tulang punggung dan seluruh badanmu dan menjadikan setiap pergerakanmu untuk amalan ibadah.
Sekarang yang bisa ku doakan, biarlah Allah ijinkan segala khilafmu aku yang menanggung dan segala perbuatan amal kebaikan yang aku lakukan Allah hisab untuk amalanmu.
Karena satu hal yang aku tahu Ayah,
segala kebaikan yang aku lakukan di dunia ini tidak akan aku jalankan tanpa ajaranmu.

I love you Ayah.








Selasa, 19 Desember 2017

Dream BIG Start Small

Bermimpilah setinggi langit jika Engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang. Soekarno.

Satu hal yang bagiku menyenangkan yaitu tentang bermimpi.
Bermimpi itu gratis, mudah dan juga self healing untukku.
Karena dengan bermimpi, aku bisa memiliki tujuan kemana aku akan membawa diriku.
Karena dengan bermimpi, aku memiliki tekad kuat untuk mewujudkannya.
Karena dengan bermimpi, aku memiliki semangat yang luar biasa dalam diriku.
Terlebih lagi dengan bermimpi, aku menjalani kehidupan dengan lebih semangat.

I dare myself to act more.
Singkat cerita nih, ala-ala ibu rumah tangga gak ada kerjaan nunggu anaknya bangun tidur siang di sore hari alaaaah ... hehe
Lagi kepoin Instagram, eh nemu satu foto yang berasa menampar diriku keras.
Yesss, di foto itu aku melihat semangat, melihat tekad yang kuat.
Ternyata jadi ibu rumah tangga itu masih tetap bisa berkarya, berkarir memiliki penghasilan.
Dengan sistem yang sudah berjalan serapi itu dan juga tinggal kita yang menjalankannya.

Kurang lebih kepo selama satu minggu, diriku ini jadi semakin yakin.
Yakin untuk bermimpi lebih tinggi lagi.
Melihat keadaanku sekarang yang ekonomi serba pas-pasan jadi semakin menguatkan diri.
Untuk bisa bebas masalah kekurangan financial.
Bermimpi punya rumah, mobil dan juga tabungan melalui bisnis ini.

Modal-nya pun pas di kantong, hanya butuh diri ini menjalankan secara kontinyu.

BISMILLAH, aku pasti bisa sukses melalui ORIFLAME.

Aku pasti bisa memiliki Rumah melalui bisnis ORIFLAME
Aku pasti bisa memiliki Mobil melalui bisnis ORIFLAME
Aku pasti bisa memiliki tabungan melalui bisnis ORIFLAME

BISA, I DREAM, I ACT SO I WILL !

Selasa, 05 Desember 2017

Semua Datang dari hati yang ikhlas

Pagi ini saya bangun kesiangan. Dan tau reaksi saya bangun kesiangan? Kesel sama diri sendiri. Kenapa? Because am a kind of morning person. Yes, morning person. Orang yang bangun pagi-pagi untuk menikmati indahnya pagi dengan bersyukur dan merefleksikan diri, menikmati kesejukan di pagi hari. Tapi pagi ini saya terlambat bangun pagi dan ujung-ujungnya kesal. Padahal malam sebelum tidur, saya sudah merencanakan apa saja yang akan saya lakukan di hari ini. Mulai dari mencuci pakaian, menjemur, belanja di pagi hari, memasak untuk sarapan dan bekal suami, bubar jalan sudah semua rencana saya.

Dengan semua perasaan kesal, setelah melaksanakan shalat subuh saya bergegas mengambil handuk dan mandi. Mandi untuk menghilangkan kesal, menghilangkan gundah. Setelah mandi saya bergegas membuat secangking kopi, duduk dan mulai menikmati kopi saya di pagi ini. Entah seperti ada kekuatan tersendiri dalam diri saya. It's okay kalau apa yang terjadi tidak sesuai dengan rencanamu. It's okay bangun kesiangan sekali-kali.

Dan membuat saya berpikir, ternyata manusia memang rencanakan tapi Tuhan-lah Yang Maha Menentukan. Boleh jadi aku berpikir ada baiknya begini tapi Allah berpikir baiknya begitu. Saya sadari lagi, ternyata saya ini masih lemah. Hanya karena hal begitu saja masih kesal dan marah. Padahal saya ini hanya manusia yang nggak tau apa-apa sedangkan Ia Maha Mengetahui dan Maha Memberi Yang Terbaik.

Semakin membuat tekad dalam diri ini untuk belajar lebih baik lagi, semakin melihat ke dalam diriku sendiri. Ternyata diri ini lemah, nggak berdaya dan nggak tahu apa-apa. Diri ini butuh bimbinganNya, butuh diriNya lebih lagi untuk menajalani kehidupan supaya tidak salah mengartikan apa arti kehidupan ini sebenarnya.

Kamis, 30 November 2017

It's been so looong!

Hallo all!
Sudah lama tidak pernah menulis lagi di blog and I'm kinda missed writing.
Kurang lebih hampir 2 tahun tidak pernah menulis di blog ini.
Huhuuu, I'm sorry to do that.


Starting this December 2017, I will write again.
Ya, saya mau menulis kembali.
Saya rindu menulis.
Saya rindu obat terampuh untuk segala gundah gulana menjalani kehidupan ini.

And around this 2 years, many things happened.
Everything has changed.
But, it's okay.
I'm still on the way.
It's a good progressed.
And it will be beautiful at that time. Hehe.

Saya rindu bermimpi.
Saya rindu berencana.
Saya rindu melakukan aksi.
Dan bodohnya saya selama ini, menganggap kegagalan saya bermimpi dan mengejar mimpi itu karena keadaan.
That's stupid enough.

Menyadari diri kembali kalau ternyata perjalanan kehidupan memang begini.
Dulu ketika masih anak-anak bermimpi begitu tinggi, lalu rajin belajar sebagai bekal untuk menggapai mimpi.
Berjalan remaja, semakin optimis dan aktif mengejar mimpi. Ikut organisasi kesana kemari, mengambil pekerjaan yang gimana caranya bisa menambah koneksi.
Then, after marriage menjadi lebih realistis. Kalau ternyata mimpi itu begitu terasa sangat jauuuh.
And now, after my child already 2 a half years I realize I'm still dreaming.
Ya, saya masih bermimpi.
Saya masih memiliki cita-cita.
Saya masih berencana.
Tetapi, mimpi saya berubah.
Rencana saya berubah.
Angan-angan tentang seseorang yang sukses itu bagaimana berubah.

So, this is the time.
This is the time for me to make it work.
To reach all of those dreams.
I'm still 24 years old btw.
I still have a lot of time to be a success person for myself.
Reaching my dreams I really want to be.
InshaAllah, it will come true.
I see the light.
I see the way.
And am on the way on it.